Langsung ke konten utama

Debu kelam

Pagi ini ku berbicara pada hati.
Namun rupanya ia masih setia terkunci.
Terkunci oleh masa kelam yang dilalui.
Enggan mengajak maupun menerima tamu.
Trauma, mungkin!.
Trauma akan kejadian dulu yang dilalui.
Kejadian yang membuatnya terpuruk hingga mati

Apakah ia masih ada di ruang itu?.
Fikirkan ku berkelut tentangnya.
Atau ia sudah bosan?.
Bosan karena tak dihargai dan dicaci-maki.
Hingga ia tak kuat berdiri.

Kejadian lalu yang membuatnya seperti ini.
Tak percaya dengan orang lain.
Membuatnya disebut dengan TERSINGKIR.
Ketika semua pengorbanan tak teringat.
Ia pergi dengan dendam.
Menuntut tubuh atas pembalasan.

Apa daya tubuh tak sekuat hati.
Yang mati melebur dalam emosi.
Sekali lagi ku bertanya!
Apakah ia masih disini?

Siapakah yang patut disalahkan.
Ia dengan ke-egoisannya.
Atau mereka yang membuatnya seperti ini.

Kini tubuhku seirama dengan hati.
Ia juga menjeritkan tentang mereka.
Mereka yang bersalah atas semua yang terjadi.
Mereka yang terlalu keras dengan hati.

Sosok lain menghampiri ku dalam kesunyian.
Yang meneriakan juga tentang mereka.
Namun!
Ia mengatakan bukan mereka yang terlalu keras
Tetapi hati yang terlalu lemah.

Kumerenung di depan gubuk hati.
Apakah benar perkataan sosok tersebut.
Hati membuka pintunya.
Ia, kemudian berkata.
Mereka yang mengubah ku seperti ini!

Lantas siapakah yang salah.
Hati yang terlalu tersakiti, yang trauma karena selalu dicaci-maki hingga mereka tak perduli?
Mereka yang tak memiliki hati?
Atau ia yang pura-pura perduli?

Rupanya semua hanya ilusi.
Hati hanya dimanfaatkan untuk kebahagiaan sejati.
Ia terlalu lelah mengikuti langkah kaki.
Ia terlalu sedih dengan semua ini.
Ia terlalu bosan untuk disalahkan atas semua yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata-Kata Lampung yang Wajib Kamu Tahu!

Halo sobat mamang. Tabik Punn... Pasti bagi kalian yang bersuku lampung sudah nggak asing dong dengan salam yang satu ini. Yups, itu tadi adalah cara mengucapkan salam khas-nya orang lampung, atau orang lampung punya. Dan setiap daerah pasti memiliki salam khas nya masing-masing yaa. Nah tau nggak sih, kalau ternyata lampung banyak memiliki kata-kata daerah yang sedang go to nasional loh, alias sering dipakai oleh banyak orang di luar provinsi Lampung. Apa aja itu? Ini dia. _ Yang pertama adalah kata "MAPAS". Mapas adalah salah satu kata yang cukup sering terdengar di luar daerah provinsi Lampung, dan kalau ada orang yang mengucapkan kata MAPAS ini. Berarti bisa dipastikan bahwa ia adalah orang lampung, atau orang yang pernah menetap di Lampung. Tapi apa sih arti MAPAS dalam bahasa lampung? So, MAPAS adalah sebuah ungkapan rasa terkejut yang biasanya digunakan untuk mengganti kata "BUSET". Sampai sini sudah paham dong arti kata MAPAS. _ Selanjutnya adal...

Rekomendasi Track Jogging yang Populer di Bandar Lampung: Tempat Menyegarkan Tubuh dan Pikiran

  Hai, Sobat sehat!  Apakah kamu sedang mencari tempat yang nyaman untuk berlari atau jalan santai di Bandar Lampung? Mungkin kamu ingin berolahraga dengan cara yang sederhana, seperti jogging atau sekadar jalan kaki, untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, mungkin juga kamu masih bingung memilih lokasi yang tepat—tempat yang tidak hanya mendukung aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan suasana yang menyegarkan dan nyaman. Jangan khawatir, kali ini kita akan membahas beberapa track jogging yang populer di Bandar Lampung yang bisa kamu coba! Jogging adalah salah satu olahraga yang mudah dilakukan, tetapi manfaatnya sangat besar untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Dengan berlari atau berjalan santai, kita bisa merasakan udara segar, menikmati pemandangan yang indah, serta melatih stamina dan menjaga kesehatan jantung. Bandar Lampung, sebagai kota yang terus berkembang, memiliki beberapa lokasi jogging yang sangat direkomendasikan, baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman...

Again to

Kini kusadar akan tindakan mu Prilaku mu kepada ku selama ini Menuntun dan membimbing Menatap tajam Serta menaikan oktaf mu padaku Semua semata demi kebaikan ku Terbayang kini semua nya padaku Tentang peluh mu Tentang gundah dan risau mu padaku Membayangkan mu berfikir apa yang akan terjadi pada ku Apakah aku dapat menapaki hidup yang keras ini Mungkin itu yang berada dalam fikir mu Kini kau tak seperti dulu Akupun telah berubah walau sedikit Kau mulai menatap sayu pada ku Menggambarkan letih nya dirimu Namun masih tetap kau kembangkan senyum indah mu Senyum yang selalu ku tunggu ketika bertemu Kau kini mulai berjalan kaku Menggambarkan ringkih nya tubuh mu Namun masih berlari mengejar ku ketika bertemu Penantian yang selalu ku rindu Kini kau mulai parau padaku Suara indah yang dulu telah berlalu Berganti melodi yang sangat ku kenal Dalam gelap malam yang sunyi Aku sadar akan kebodohan ku Ketika dulu merengek meminta kepada mu Ketika merajuk kepada mu Bahka...