Langsung ke konten utama

Postingan

Sefruit Info About Malaria

Bandar Lampung. Beberapa hari ini Bandar Lampung cuaca lagi galau banget ya?, kaya cewe yang lagi PMS, ops!. Tapi semuanya setuju dong dengan mamang. Gimana cuacanya nggak mamang bilang galau. Wong Pagi yang terang Tiba-tiba bisa jadi hujan deras seketika. Nah!, tau nggak sih kalau banyak banget penyakit yang bisa menyerang kita nih para " Human" di cuaca kaya gini, salah satunya adalah MALARIA . So, mamang mau kasih tau nih buat kalian semua "Sefruit Info About Malaria". Untungnya 15 April 2019 kemarin mamang dengan kawan-kawan Blogger Lampung ngikutin acara ketce dari Kementerian Kesehatan RI yang ngebahas seputar Malaria ini. Hey!, Malaria ya, bukan Mala-rindu. Sefruit Info About Malaria  Bukan cuma acaranya yang yang ketce nih, tapi pematerinya juga ketce, ada Kepala bagian Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI, Indra Rizon; Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Hj. Reihana, M.Kes; Kadinkes Provinsi Lampung, Dr Anita; dan Dr. Nadia, yang memberik...

BKI B Pecah Telor : Yang Ini Bakal Beneran Wisuda Bukan Bagi Lapor

Tulisan ini sebenarnya udah bukan berita baru lagi, tapi mamang sudah terlanjur janji mau buat tulisan ini. 22 februari kemarin sepertinya jadi hari yang membahagiakan banget bagi mput, tepat di tanggal tersebut mput memutuskan untuk menerima lamaran dan mengesah kan hubungan nya dengan pangeran tamfan yang sudah bersama dengan-nya cukup lama. Mput & BJ Tapi sebelum kita bahas cerita ini, kita kenalan dulu yuk dengan kawan mamang yang satu ini. Siapa sih dia, Namanya Putri Asmara Dewi, wanita kelahiran 23 Februari dengan tinggi badan yang nggak lebih tinggi dari kolam renang ukuran remaja. Dia juga sempat sekolah di SMA N 1 Tanjung Bintang, dan menurut penyelidikan mamang melalui akun Facebook dia juga sudah bekerja di PT. KeDelai 3 fmly (sumpah tulisannya memang kaya gitu, mamang nggak bohong) Putri Asmara Dewi  Kemudian dia melanjutkan pendidikan kan nya di UIN RADEN INTAN LAMPUNG dan mengambil jurusan BKI sama kaya mamang, dari sinilah mamang ...

AlwaysWINNER WINNER CHICKEN DINNER with ASUS ZenFone Max M2

Siapa sih yang nggak pernah main game online? sepertinya semua orang di negara +62 ini pernah mencicipi yang namanya game online, ya! Dan untuk memudahkan para gamers untuk bermain, kini banyak banget game online yang dapat dimainkan melalui smartphone kalian. Nah sebagai salah satu penduduk di negara berkembang ini, mamang juga tentunya nggak mau ketinggalan, mamang sebagai lelaki yang lebih senang dengan olah raga jari,  juga suka banget main game online melalui smartphone dari pada harus olah raga badan, mulai dari Free Fire, Mobile Legend, PUBG sampai game-game model Monopoli-an juga udah pernah mamang mainin. Tapi  terkadang ada aja  Partner main  yang suka nge-judge mamang saat sedang  main dengan kata-kata kasar saat tim kita kalah. Padahal mamang bisa jamin itu bukan 100% kesalahan mamang. Mamang juga kan berharapnya kita bisa winer-winer chicken dinner. Mungkin tulisan ini akan dianggap sebagai alasan oleh mereka yang pernah se-tim dengan mam...

HOKBEN "Tempat Makan Menyenangkan di Bandar Lampung"

Semua orang pasti suka sama jepang, mulai dari destinasi wisatanya, kultur budaya - nya, anime - nya yang terkenal dan gak lupa juga makanannya yang pasti enak-enak. Yups!, makanan ala jepang agaknya sudah gak asing lagi bagi lidah orang indonesia. mungkin semua sudah tahu dengan yang namanya Dorayaki , itu loh makanan kesukaan si kucing biru Doraemon . Tapi bukan cuma dorayaki aja loh yang terkenal jepang yang eksis di Indonesia. ternya ta banyak banget makanan jepang yang sudah eksis di Indonesia, sebut aja Tokiyaki, Teriyaki, Bento dan masih banyak banget yang lainnya. Dan di Indonesia sendiri, ternyata sudah ada tempat makan yang mempersembahkan makanan ala jejepangan yang siap memanjakan lidah orang indonesia dengan cita rasanya yang khas dan sehat. S iapa sih dia???, yups   HOKBEN. SI PENCETUS MAKANAN ALA JEPANG. HOKBEN atau dulu kita tahunya dengan nama Hoka Hoka Bento kini sudah hadir di Bumi Ruwai Jurai loh!. tepatnya di Mal Bumi Kedaton (MBK), Lantai 1 , Bandar L...

Belajar Sensor Mandiri bersama LSF dan Tapis Blogger

Dulu sering bingung banget dengan tulisan di pojok televisi, ada yang tulisannya R, BO, RBO dan ternyata seiring berjalannya kehidupan yang fana ini akhirnya mamang tahu, kalo ternyata itu merupakan singkatan dari Remaja, Bimbingan Orangtua dan Remaja Bimbingan Orangtua. Tetapi walaupun sudah mengetahui itu semua, masih tertinggal kekesalan dalam hati mamang karena telat untuk mengetahui singkatan-singkatan itu. Bayangpun waktu kecil mamang gak ada yang mengenal namanya P enyaringan T ontonan . Padahal tanda itu bertujuan untuk memb e ri tahu jenis tontonan yang dianjurkan sesuai dengan usia kita . W alaupun begitu gak ada yang namanya kata terlambat untuk mencari tahu lebih dalam .  Nah karena itu, Hari Kamis, tepatnya tanggal 11 oktober 2018 lalu, mamang ikut acara yang ketce banget bareng Tapis Blogger dan kawan-kawan. Acara yang digelar oleh Lembaga Sensor Film Republik Indonesia bersama Tapis Blogger di Gummati Cafe ini mengusung tema “Budaya Sensor Mandir...

Slebor

Entah mengapa dengan ku hari ini Mulai dari wajah ku yang kuyu Lebih dari biasanya Mungkin karena semalam... Semalam.. Tak seperti biasanya Semalam ku bicara keras-keras Semalam ku tertawa keras-keras Semalam ku bernyanyi keras-keras Dan semalam Ku menangis keras-keras Memikirkan hidup yang terlalu murah tuk ditangisi Memikirkan kamu yang terlalu sulit tuk kupahami

Baru

Aku bukan pujangga sekelas Seno Gumira AjiDarma. Tak pandai menyusun kata serupa rasa. Tapi hatiku kalut, setiap mengingat kisah kita. Tak mampu ku tulis perjalanan kita yang baru seumur jagung itu. Kini.... Aku mulai berfikir. Mana yang harus di perjuangankan dan di pertahankan. Serta mana yang harus dilepaskan. Aku ingin bertanya. Apakah aku masih memiliki satu kesempatan. Kan ku tunjukkan padamu, apa arti sebuah kesetiaan. Mungkin kata-kata ku terkesan seperti buaian. Tapi ku tak tahu harus berkata seperti apa sekarang. Ku hanya ingin membuktikan. Kalau perasaan ku padamu masihlah sama. Sama seperti pertama kali bertemu denganmu. Seperti pertama kali menyuapimu. Seperti pertama kali ku coba menatap mata mu. Mungkin kau sekarang marah dan kecewa. Bahkan, mungkin kau mungkin berfikir untuk membangunkan raksasa di atas gunung itu agar menyerangku. Aku tak tahu pasti terai mu kini padaku. Yang pasti. Kumasih mendambamu.

Pengakuan

kamu tahu. aku terlalu malu untuk mengaku.  Sebab perkataanmu yang lalu membuat lidahku keluh. Keluh untuk menentang semua argumenmu. Karena resah, akhirnya aku menjauh. Kini tali-tali itu semakin membelenggu. Aku tak tahu apakah aku dapat melepaskannya, tapi kini kusadari. Aku membutuhkanmu.

Surat

Untukmu, Yang membaca surat ini Dimana kamu dan apa yang kamu lakukan sekarang? Bagi saya yang berumur 15 tahun Ada benih kekhawatiran yang tidak bisa saya beritahu pada siapa pun Jika itu surat yang ditujukan padaku di masa depan Tentunya aku bisa benar-benar curhat untuk diriku Sekarang, tampaknya aku akan kalah dan menangis Untuk seseorang yang tampaknya akan menghilang Kata-kata siapa yang harus aku percaya? Ini satu-dan-hanya hati yang telah patah berkali-kali Di tengah rasa sakit ini Saya tinggal saat ini Untukmu, Terima kasih Aku punya sesuatu untuk menceritakan tentang 15 tahun kamuJika kamu terus bertanya apa dan di mana kamu harus pergi Kamu akan dapat melihat jawabannya Laut kasar pemuda mungkin sulit Tapi baris perahu pada mimpi Anda Menuju pantai besok Sekarang, jangan dikalahkan dan jangan meneteskan air mata Selama masa ini saat tampaknya kamu akan menghilang Percayalah pada suaramu sendiri Bagiku secara dewasa, ada malam tanpa tidur ketika aku te...

Debu kelam

Pagi ini ku berbicara pada hati. Namun rupanya ia masih setia terkunci. Terkunci oleh masa kelam yang dilalui. Enggan mengajak maupun menerima tamu. Trauma, mungkin!. Trauma akan kejadian dulu yang dilalui. Kejadian yang membuatnya terpuruk hingga mati Apakah ia masih ada di ruang itu?. Fikirkan ku berkelut tentangnya. Atau ia sudah bosan?. Bosan karena tak dihargai dan dicaci-maki. Hingga ia tak kuat berdiri. Kejadian lalu yang membuatnya seperti ini. Tak percaya dengan orang lain. Membuatnya disebut dengan TERSINGKIR. Ketika semua pengorbanan tak teringat. Ia pergi dengan dendam. Menuntut tubuh atas pembalasan. Apa daya tubuh tak sekuat hati. Yang mati melebur dalam emosi. Sekali lagi ku bertanya! Apakah ia masih disini? Siapakah yang patut disalahkan. Ia dengan ke-egoisannya. Atau mereka yang membuatnya seperti ini. Kini tubuhku seirama dengan hati. Ia juga menjeritkan tentang mereka. Mereka yang bersalah atas semua yang terjadi. Mereka yang terlalu keras...

Akhir

Kau tau rasanya sakit. Banyak orang bilang, sakit adalah saat terluka. Sebagian bilang, ketika ditinggal cinta. Bagaimana dengan sakit perlakuan orang terdekat. Seperti orang tua, mungkin! Ketika tak dipercaya, atau tak dianggap ada! Atau seperti ketika telah berusaha, namun tetap merasa terhina. Seolah apa yang kita kerja, tak berguna bagi mereka. Sulit mendefinisikan arti sakit, yang teramat. Bukan berarti tidak mungkin. Kini aku kembali dalam kesunyian. Ditemani mentari yang kehangatan. Kuhembus kembali nafas secara kuat. Semoga cepet berhasil menghilangkan rasa ini. Rasa sakit, yang kini menjalar. Meninggalkan bekas yang tak nampak, namun berasa. Hampa rasanya. Kini aku terdiam. Memandang gedung pencakar langit dari atas sini. Atau mungkin harus ku akhiri semua ini. Semakin hari semakin berat. Semakin menit terkikis detik, semakin sakit. Semakin kuat untuk mengakhiri hidup tak berarti kini. Mungkin hal konyol bagi orang karna permasalahan ini. Namun bagaiman...

Promise

Kau tau, pagi ini langit begitu cerah. Cahayanya menembus jendela kamar asrama ku. Ku ingat kamu. Namun pesanmu membuat ku risau. Ku bertanya pada penjaga kebersihan di lorong ku. Ku bertanya. Apa yang membuat langit yang cerah namun tampak menyedihkan. Dia berkata, kalau itu karena matahari yang terlalu panas. Aku pergi dan mengetuk pintu kamar lain. Menanyakan pertanyaan yang sama, karena jelas aku tak puas dengan jawaban penjaga kebersihan itu. Namun jawaban dari kawan sebelah kamarku ternyata masih sama. Aku keluar gedung asrama ku. Ku berlari dan menanyakan kepada setiap orang yang lewat. Pertanyaan yang sama. Namun kesalnya aku pada mereka. Mengapa mereka selalu menjawab dengan jawaban yang sama. Apa mereka tidak tau. Atau mereka terlalu bodoh. Yang menyebabkan langit seperti itu bukan karena matahari. Matahari itu tidak bersalah. Kamu tau. Mengapa langit seperti itu. Itu karena aku. Aku yang tidak bisa berbuat apapun setelah melihat pesanmu. Ku mohon ceri...

Bait

Surat ku untuk hujan. Yang menanti pelangi terhalang malam. Jika beku pada mu menahan rasa yang terbendung. Menyebabkan layu membuat semua cerita semu. Tak mungkin ku berdiri menahan setiap tetes air ini di tubuh ku. Kembali ku berkata, jangan acuh dan menjauh. . . . Hay untuk mu di sana yang diam membeku tanpa suara. Atau hanya gaduh yang menggema tuk datang menyapa.

Hidup

Gedung-gedung itu semakin tinggi setiap tahunnya. Mencakar langit tanpa peduli akan sekitarnya. Entah apa maksud induk semang ku. Ia terus memahat batu di atas gunung. Mungkin ia fikir akan dapat menandingi Gedung-gedung ganas itu. Yang bahkan dalam setiap jam terus meninggi sebanyak 3 cm. Bayangkan sudah seberapa tinggi kini gedung itu. Bahkan sejak 20 tahun lalu gedung itu saja gedung itu sudah setinggi ayahku. Aku kira ayahku akan menjadi orang yang tertinggi di dunia. Ternyata tidak. Lalu mengapa induk semang ku ini tak pernah berhenti memahat batu-batu itu. Tak habis fikir ku dibuatnya. Kini gelap menyapa. Kehangatan meninggalkan ku di tengah kegelapan. Gedung-gedung itu telah mencuri semuanya. Cahaya dan kehangatan sang surya direnggut oleh Gedung-gedung itu. Menyisakan kami di dasar bumi. Sendiri. Kedinginan. Kelaparan. Induk semang kini turun dari atas gunung. Dia tak membawa apapun. Aku kecewa dengannya. Namun dia mengajak kami Mendaki keatas gunung bers...

Tips pintar saat HUJAN ala mamang

Bandar lampung Kota Tapis berseri ku yang tercinta, bukit nya yang indah, pariwisata yang mempesona, tapi semua itu berubah saat hujan menyerang. Ya hujannya terus-terusan sih 😢 Langit menjadi gelap karena Awan mendung yang tak pernah usai, bukit menjadi enggan ku daki karena jalur yang licin, dan aku jadi malas kemana-mana, memang dasar mamang nya yang pemalas ya😂,  pake hiperbola segala. Tapi beneran deh, beberapa hari ini kota tercinta mamang "Bandar Lampung" hujannya mulai nakal, bahkan ada beberapa titik di lampung yang terjadi banjir, mamang turut prihatin😢 Eits, tapi walaupun musim hujan kita gak boleh malas kaya mamang, kita harus terus beraktifitas kayak biasanya. Gimana mau beraktifitas mang??, wong hujan mulu, jadi bikin Mager tau mang. Baiklah mamang kasih tips nih biar gak males kemana-mana saat hujan. Tips pintar saat HUJAN ala mamang Hujan jangan jadi halangan ya sahabat untuk tetap beraktifitas, mungkin memang benar kalo hujan g...

7 langkah membaca cepat

Sebagai mahasiswa tentu kita memiliki banyak sekali tugas, tugas dari dosen, pembimbing akademik, kawan yang minta tolong, ibu kantin, tukang bangunan, banyak deh pokoknya. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang harus banyak refrensi buku, beuh buku banyak banyak dibaca kaya bakal paham aja, eits gak boleh gitu, bagaimana pun buku itu jembatan ilmu, terus gimana cara kita bagi waktunya antara baca buku dan tugas lainnya. Salah satunya adalah efesiensi waktu . Kamu bisa lebih menghemat waktu kalo kamu bisa membaca dengan cepat. Membaca cepat kalo gak paham maksudnya ya utuk opo?? Hus! Gak boleh gitu, kalo mau membaca cepat kamu harus tau dulu tekniknya seperti apa baru bisa tau ilmu dan manfaatnya. Ok mamang kasih tau nih, 7 langkah membaca cepat...  Banyak orang yang bertanya harus mulai dari mana jika akan membaca cepat, ini dia caranya untuk menjadi seorang Speed Reader 1. Rileks Tubuh dan fikiran yang rileks sebelum membaca akan membantu kamu membaca dengan nyaman dan tanpa...